Pemerintah Gulirkan Delapan Stimulus Ekonomi Semester II 2026, Ada Diskon Transportasi hingga Bantuan Pangan!
- account_circle Rissya Salsabila Dwi Putri
- calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogorhitz.com, Jakarta – Pemerintah resmi meluncurkan Stimulus Ekonomi Q2 dan Semester II 2026 senilai Rp26,34 triliun pada 22 Juni 2026 untuk menjaga stabilitas dan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah antisipatif menghadapi berbagai risiko eksternal yang dapat memengaruhi perekonomian Indonesia.
“Oleh karena itu, sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pada kesempatan ini kami akan mengumumkan stimulus ekonomi di semester kedua,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (22/6).
Airlangga menjelaskan, stimulus ekonomi dibagi ke dalam tiga pilar utama.
Pilar pertama berfokus pada peningkatan konsumsi masyarakat dan dukungan terhadap dunia usaha. Pemerintah memberikan tarif PPh Final royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis, serta diskon transportasi pada masa libur sekolah dan Natal-Tahun Baru (Nataru). Insentif tersebut meliputi diskon 30 persen tiket kereta api, diskon 30 persen tarif dasar kapal Pelni, gratis tarif jasa kepelabuhanan ASDP, serta PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Selain itu, pemerintah juga menetapkan bea masuk nol persen untuk impor LPG industri petrokimia, bahan baku plastik, dan suku cadang pesawat guna menekan biaya produksi.
Pilar kedua berfokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui Program Magang Nasional Tahap II yang dimulai pada Juli 2026 dengan target 150 ribu lulusan perguruan tinggi. Pemerintah juga menyiapkan program pelatihan vokasi bagi 220 ribu lulusan SMK serta 50 ribu pekerja terdampak PHK agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Pilar ketiga difokuskan pada penguatan jaring pengaman sosial melalui penyaluran bantuan beras 10 kilogram kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan. Pemerintah juga memberikan bantuan stabilisasi harga dan pasokan kedelai bagi perajin tahu dan tempe dengan subsidi hingga Rp2.000 per kilogram di wilayah yang harga kedelainya melebihi harga acuan.
“Jadi total stimulus yang dikeluarkan oleh Pemerintah untuk di semester kedua ini nilainya sekitar Rp26,34 triliun, terdiri dari stimulus insentif transportasi sekitar Rp2,04 triliun, anggaran magang dan vokasi sekitar Rp6,26 triliun, dan bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun,” pungkas Airlangga.
Melalui paket stimulus ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, aktivitas ekonomi meningkat, dunia usaha semakin kompetitif, serta pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus terjaga di tengah tantangan ekonomi global.
- Penulis: Rissya Salsabila Dwi Putri

Saat ini belum ada komentar