Password Lemah Masih Jadi Celah Kejahatan Siber, Pengguna Diminta Tingkatkan Keamanan Akun
- account_circle Siti Latifah
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogorhitz.com, Bogor – Di tengah meningkatnya aktivitas digital, penggunaan kata sandi (password) yang lemah masih menjadi salah satu penyebab utama kebocoran akun pribadi.
Banyak pengguna internet masih memilih kombinasi password yang mudah ditebak, seperti “123456”, tanggal lahir, nama sendiri, atau nomor telepon, sehingga berisiko dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.
Fenomena tersebut masih sering ditemukan di berbagai kalangan, termasuk mahasiswa yang hampir setiap hari mengakses media sosial, layanan perbankan digital, hingga platform pembelajaran daring. Kemudahan mengingat password memang menjadi alasan utama, namun kebiasaan tersebut justru membuka peluang bagi pelaku siber untuk mengambil alih akun korban.
Pengamat keamanan siber menilai penggunaan password sederhana dapat mempermudah serangan brute force, yaitu metode yang digunakan untuk menebak kata sandi secara otomatis menggunakan ribuan hingga jutaan kombinasi dalam waktu singkat.
Jika berhasil, pelaku dapat mengakses data pribadi, menyalahgunakan akun media sosial, hingga melakukan penipuan dengan mengatasnamakan pemilik akun.
“Masih banyak masyarakat yang menganggap password hanya sebagai formalitas. Padahal, password merupakan lapisan pertahanan pertama untuk melindungi data pribadi,” ujar seorang praktisi keamanan siber dilansir (8/7)
Selain menggunakan kombinasi huruf, angka, dan simbol, masyarakat juga disarankan untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor (two-factor authentication atau 2FA). Fitur ini memberikan perlindungan tambahan karena pengguna harus melakukan verifikasi melalui perangkat lain sebelum dapat masuk ke akun.
Di lingkungan kampus, literasi keamanan digital dinilai perlu terus ditingkatkan. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga memahami cara melindungi identitas digital mereka.
Edukasi mengenai pentingnya penggunaan password yang kuat menjadi langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko pencurian data.
Dengan semakin maraknya aktivitas digital, kesadaran menjaga keamanan akun menjadi tanggung jawab setiap pengguna. Mengganti password secara berkala, menggunakan kata sandi yang unik untuk setiap akun, serta menghindari informasi pribadi sebagai password merupakan langkah sederhana yang dapat meningkatkan keamanan di dunia digital.
- Penulis: Siti Latifah

Saat ini belum ada komentar