Meski Memasuki Musim Kemarau, Bogor Masih Berpotensi Diguyur Hujan
- account_circle Faisal Basir Ulluya
- calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogorhitz.com, Bogor – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau secara bertahap pada April hingga Juni 2026. Meski demikian, wilayah Bogor diperkirakan masih berpotensi mengalami hujan selama periode kemarau.
Berdasarkan laporan Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026 di Indonesia, BMKG memperkirakan sebanyak 57,2 persen wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
“Sebagian besar wilayah Indonesia (400 ZOM atau 57,2 persen) diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya,” tulis BMKG dalam laporan Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026 di Indonesia yang dirilis pada Maret 2026.
Selain berlangsung lebih lama, musim kemarau tahun ini juga diperkirakan cenderung lebih kering dibandingkan kondisi rata-rata pada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika iklim global yang memengaruhi pola curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Musim kemarau tahun 2026 diprediksi akan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan rata-rata normalnya,” tulis BMKG.
Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Bogor, Hadi Saputra mengatakan pada Sabtu (25/4) lalu bahwa untuk wilayah Jawa Barat, BMKG mencatat sejumlah daerah mulai memasuki musim kemarau pada Juni 2026.
Beberapa wilayah yang diperkirakan mengalami peralihan musim antara lain Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Cianjur, hingga Kota Sukabumi. Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya berlaku di Kota Bogor.
“Bogor termasuk zona musim tipe 1, di mana batas musim hujan dan musim kemarau tidak tampak jelas. Hujan masih berpotensi terjadi hampir sepanjang tahun,” ujar Hadi.
Menurutnya, Bogor memiliki karakteristik iklim yang berbeda dibandingkan sejumlah wilayah lain di Jawa Barat. Curah hujan di wilayah ini relatif tinggi sehingga potensi hujan masih dapat terjadi meskipun sebagian daerah sudah memasuki musim kemarau.
Karakteristik geografis Bogor yang berada di kawasan perbukitan juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Karena itu, hujan masih berpotensi terjadi meskipun sebagian wilayah lain mulai mengalami musim kemarau.
BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Jawa Barat akan terjadi pada Agustus mendatang. Sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami kondisi yang lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Meski demikian, masyarakat Bogor tetap diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. Perubahan cuaca yang terjadi secara cepat masih berpotensi terjadi, terutama pada masa peralihan musim.
Selain menjaga kondisi kesehatan saat cuaca panas, masyarakat juga disarankan menyiapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi kemungkinan hujan yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis, kewaspadaan masyarakat terhadap perubahan cuaca perlu terus ditingkatkan guna mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap aktivitas sehari-hari maupun keselamatan saat beraktivitas di luar ruangan.
- Penulis: Faisal Basir Ulluya

Saat ini belum ada komentar