Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Bangun 2.500 Hunian Tetap untuk Korban Banjir bandang dan Longsor di Sumatra
- account_circle Bagus Santoso
- calendar_month Senin, 22 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

sumber: tzuchi.or.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogorhitz.com, Bogor – Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia memulai pembangunan 2.500 hunian tetap bagi korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir November 2025 lalu. Program kemanusiaan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilaksanakan di beberapa lokasi di Provinsi Sumatra Utara.
Pembangunan tahap pertama dilakukan di Tapanuli Selatan sebanyak 100 unit rumah, Kota Sibolga 200 unit rumah, dan Tapanuli Utara 103 unit rumah. Seluruh hunian dibangun untuk membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir bandang dan longsor.
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei, mengatakan bahwa pembangunan hunian tetap merupakan bagian dari program pemulihan jangka panjang yang dijalankan Tzu Chi dalam setiap penanganan bencana.
Menurutnya, pembangunan Rumah Cinta Kasih Tzu Chi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara merupakan bentuk komitmen untuk membantu para korban agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan menata kehidupan mereka pascabencana.
Salah satu lokasi pembangunan berada di Desa Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatra Utara. Sebanyak 200 unit rumah tipe 36 akan dibangun di atas lahan seluas 80 meter persegi untuk setiap unitnya. Perumahan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor
Selain di Sibolga, pada hari yang sama juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan 103 hunian tetap di Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara. Kawasan tersebut menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana longsor.
Kegiatan groundbreaking dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, sejumlah kepala daerah, pengurus Tzu Chi Sumatra Utara, serta relawan Tzu Chi dari Medan dan Jakarta.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi langkah cepat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, penyediaan rumah layak huni bagi korban bencana harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi agar proses pemulihan dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa pembangunan hunian tetap dilakukan dengan sistem relokasi. Langkah tersebut diambil karena lokasi tempat tinggal sebelumnya dinilai rawan longsor dan berisiko apabila kembali dihuni.
Secara keseluruhan, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berkomitmen membangun 2.500 unit hunian tetap yang tersebar di tiga provinsi, yakni Aceh sebanyak 1.000 unit, Sumatra Barat 500 unit, dan Sumatra Utara 1.000 unit. Seluruh rumah dibangun dengan tipe 36 dan dilengkapi sejumlah fasilitas umum guna menunjang kebutuhan masyarakat.
Selain pembangunan hunian, Tzu Chi juga telah menjalankan berbagai program bantuan kemanusiaan sejak awal bencana terjadi. relawan Tzu Chi dari Medan, Tebing Tinggi, Padang, dan Aceh turun langsung ke lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan darurat berupa beras, makanan siap saji, air mineral, pakaian, selimut, perlengkapan bayi, hingga layanan kesehatan gratis melalui Tzu Chi International Medical Association (TIMA).
Hingga pertengahan Desember 2025, bantuan kemanusiaan Tzu Chi telah disalurkan di 79 titik lokasi yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan total penerima manfaat mencapai 47.845 jiwa.
Dalam mendukung pembangunan hunian tetap tersebut, Maruarar Sirait juga mengungkapkan bahwa seluruh pembangunan 2.603 unit rumah dilakukan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebanyak 2.500 unit rumah dibangun melalui dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan para donatur, sementara 103 unit lainnya berasal dari bantuan pribadi Maruarar Sirait.
Melalui program pembangunan hunian tetap ini, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berharap para korban bencana dapat segera kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman, nyaman, dan memiliki harapan baru untuk bangkit setelah menghadapi musibah.
- Penulis: Bagus Santoso

Saat ini belum ada komentar