UNM Petakan Potensi UMKM Desa Cibentang, Rengginang Jadi Unggulan
- account_circle Admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogorhitz.com, Bogor – Universitas Nusa Mandiri (UNM) melalui tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Teknologi Informasi (FTI) mengidentifikasi rengginang dan olahan ikan air tawar sebagai produk unggulan Desa Cibentang, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Identifikasi tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pemetaan Potensi Produk Unggulan dan Analisis Daya Saing UMKM sebagai Dasar Penyusunan Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal di Desa Cibentang, Kamis (5/11), di Aula Desa Cibentang.
Kegiatan ini bertujuan memetakan potensi usaha, mengidentifikasi produk unggulan, serta menganalisis daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai dasar penyusunan strategi pemberdayaan ekonomi desa yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
UNM Petakan Potensi UMKM Desa Cibentang
Berdasarkan hasil observasi lapangan, wawancara, diskusi, dan pengisian instrumen pemetaan, tim menemukan bahwa aktivitas UMKM di Desa Cibentang didominasi sektor kuliner, kerajinan, konveksi, dan jasa salon. Dari berbagai sektor tersebut, rengginang dan olahan ikan air tawar dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan sekaligus identitas ekonomi lokal Desa Cibentang.
Kedua produk tersebut memiliki peluang pengembangan karena memanfaatkan sumber daya lokal dan mempunyai karakteristik produk yang khas. Namun, untuk memperluas jangkauan pasar, pelaku UMKM masih membutuhkan penguatan inovasi produk, kualitas kemasan, branding, sertifikasi produk, serta pemanfaatan strategi pemasaran digital.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Cibentang ini dihadiri Kepala Desa Cibentang Hasanudin, Ketua TP PKK Desa Cibentang Ijah Hadijah, Sekretaris Desa Cibentang Endang, serta Ketua UMKM IKM Desa Cibentang Denny Candradi.
Dari UNM hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Nita Merlina, Wakil Rektor Bidang Non Akademik Arief Hidayat, Dekan FTI UNM Dr. Anton dan Dekan FEB UNM Dr. Ida Zuniarti. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menjadi bentuk dukungan institusi terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Tim pelaksana kegiatan dipimpin oleh Lia Mazia, bersama Juniarti Eka Sapitri, Juarni Siregar, dan Valentine Theresia Simamora. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa UNM untuk mendukung proses pengumpulan data dan pelaksanaan pemetaan di lapangan.
Ketua pelaksana kegiatan, Lia Mazia, menjelaskan bahwa pemetaan potensi UMKM merupakan tahapan penting dalam merancang program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik ekonomi masyarakat desa.
“Setiap desa memiliki karakteristik ekonomi yang berbeda. Oleh karena itu, strategi pengembangan UMKM harus disusun berdasarkan data dan kondisi riil di lapangan. Melalui kegiatan ini kami memetakan potensi usaha, mengidentifikasi produk unggulan, serta menganalisis daya saing UMKM agar program pendampingan yang akan dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (6/11).
Ia menyampaikan, selain mengidentifikasi produk unggulan, tim juga menemukan sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku UMKM Desa Cibentang. Tantangan tersebut meliputi pengembangan kemasan produk, penguatan merek usaha, perluasan jaringan pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan daya saing produk.
“Temuan tersebut akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi strategi pengembangan UMKM dan program pendampingan pada tahap berikutnya sesuai dengan roadmap Desa Binaan Universitas Nusa Mandiri. Pendampingan diarahkan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memperkuat identitas merek, dan memperluas akses pemasaran,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Cibentang, Hasanudin, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah desa dan Universitas Nusa Mandiri dalam mengidentifikasi potensi ekonomi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada UNM atas kepeduliannya terhadap pengembangan UMKM di Desa Cibentang. Kami berharap hasil pemetaan ini menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan serta program pembinaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha lokal,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua UMKM IKM Desa Cibentang, Denny Candradi. Menurutnya, kegiatan pemetaan memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai potensi dan tantangan yang dihadapi para pelaku usaha di wilayah tersebut.
“Selama ini potensi UMKM di Desa Cibentang belum terdokumentasi secara menyeluruh. Melalui kegiatan pemetaan ini kami memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kekuatan dan tantangan yang dihadapi UMKM. Kami berharap kerja sama dengan Universitas Nusa Mandiri dapat terus berlanjut sehingga produk-produk unggulan desa mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” paparnya.
Hasil kegiatan ini diharapkan menghasilkan basis data UMKM Desa Cibentang, peta produk unggulan, analisis daya saing, serta rekomendasi strategi pengembangan usaha. Data tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah desa, komunitas UMKM, dan perguruan tinggi sebagai acuan dalam merancang program pemberdayaan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam program pengabdian kepada masyarakat, UNM berupaya berkontribusi terhadap penguatan UMKM, pengembangan potensi ekonomi daerah, serta peningkatan daya saing produk lokal melalui pemanfaatan teknologi digital.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar