Komunitas Bermain Hidupkan Kembali Permainan Tradisional di Tengah Era Digital
- account_circle Bagus Santoso
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

sumber: ig komunitas bermain
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogorhitz.com, Bogor – Komunitas Bermain terus menghidupkan kembali permainan tradisional Indonesia di tengah pesatnya perkembangan era digital. Berdiri sejak Agustus 2024, komunitas ini hadir sebagai wadah bagi masyarakat untuk mengenal, memainkan, dan melestarikan berbagai permainan tradisional yang mulai jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam waktu yang relatif singkat, Komunitas Bermain berkembang pesat dan telah memiliki lebih dari 10.000 anggota yang tersebar di berbagai daerah, seperti Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Palembang, Padang, dan Surabaya. Perkembangan tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas yang mendorong interaksi sosial secara langsung.
Kehadiran Komunitas Bermain menjadi fenomena tersendiri di ruang publik, khususnya di Jakarta. Kegiatan yang rutin digelar di kawasan Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK) kerap menarik perhatian masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang. Melalui konsep bermain bersama, komunitas ini menghadirkan ruang untuk bersosialisasi, berinteraksi, serta mengenang kembali permainan masa kecil yang pernah populer di Indonesia.
Salah satu agenda yang paling dikenal adalah “Friday Night Fun” yang diselenggarakan setiap Jumat malam. Selain itu, Komunitas Bermain juga aktif mengadakan kegiatan saat Car Free Day (CFD) dan program “Goes To School” yang bertujuan memperkenalkan permainan tradisional kepada generasi muda.
Berbagai permainan tradisional dihadirkan dalam setiap kegiatan, mulai dari congklak, bekel, gundu, lompat karet, ular naga, petak jongkok, bentengan, gasing, karambol, dan bola kasti. Selain memberikan hiburan, permainan tersebut juga mengajarkan nilai kerja sama, komunikasi, sportivitas, dan kebersamaan antar peserta.
Komunitas Bermain berawal dari keinginan para pendirinya untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, kembali aktif bergerak melalui permainan tradisional yang mulai tergerus oleh perkembangan teknologi dan permainan digital. Berawal dari aktivitas sederhana bermain lompat karet di kawasan GBK, antusiasme masyarakat yang ikut bergabung kemudian mendorong terbentuknya komunitas tersebut.
Selain menjadi sarana rekreasi, Komunitas Bermain juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperluas pertemanan dan membangun relasi baru. Setiap peserta dapat berinteraksi secara langsung, berbagi pengalaman, serta mengikuti berbagai kegiatan komunitas yang diselenggarakan secara rutin.
Terbuka bagi seluruh kalangan tanpa memandang usia maupun latar belakang, Komunitas Bermain membuktikan bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat modern. Melalui kegiatan yang konsisten dilakukan, komunitas ini tidak hanya berupaya melestarikan budaya, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan interaksi sosial yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
- Penulis: Bagus Santoso

Saat ini belum ada komentar