Dewan Bisnis Prancis-Indonesia Capai Empat Kesepakatan Senilai Rp62,38 Triliun
- account_circle Nabil Zitter
- calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogorhitz.com, Bogor – Peluncuran France-Indonesia High Level Business Council menghasilkan empat perjanjian komersial terbaru senilai USD 3,5 miliar atau setara dengan Rp62,38 triliun. Kesepakatan itu berfokus pada bidang ketahanan energi, perdagangan, dan kolaborasi pertahanan.
Peluncuran dewan bisnis tingkat tinggi tersebut berlangsung di Paris, Prancis, Kamis (28/5) lalu, sebagai bagian dari kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Prancis.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM ia Roeslani menyatakan bahwa pembentukan Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Prancis-Indonesia merupakan langkah signifikan untuk memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara.
“Forum ini bukan hanya menjadi tempat diskusi antara pelaku usaha,” ungkap Rosan seperti dilansir dari Liputan6.com, Sabtu (30/5).
Ia juga menilai bahwa kesepakatan yang diperoleh mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia. Menurutnya, Indonesia dianggap sebagai mitra strategis dengan potensi pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif.
Forum bisnis itu mempertemukan 30 pemimpin industri dan perusahaan terkemuka dari Indonesia serta Prancis. Total nilai kapitalisasi pasar dari seluruh perusahaan yang ikut berpartisipasi mencapai USD 1,3 triliun atau sekitar Rp23.171 triliun.
Dewan bisnis itu dipimpin bersama oleh Ketua France-Indonesia Business Council MEDEF International sekaligus CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, serta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Bakrie.
Sementara itu, Anindya menyatakan bahwa pembentukan dewan bisnis itu merupakan langkah strategis untuk meningkatkan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Prancis.
“Prancis dan Indonesia sepakat untuk membentuk High Level Business Council,” ungkapnya seperti diberitakan di situs resmi Kadin Indonesia, Sabtu (30/5).
Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya terfokus pada penguatan perdagangan dan investasi, tetapi juga ditujukan untuk memberikan dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas tenaga kerja.
Selain itu, Rosan menjelaskan bahwa dewan bisnis ini akan berperan dalam mengawal implementasi berbagai nota kesepahaman dan komitmen investasi yang sudah disepakati sebelumnya. Pada kunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei 2025, tercatat 27 nota kesepahaman ditandatangani dengan nilai lebih dari USD 11 miliar.
“Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan,” ujar Rosan seperti dikutip dari laman Kementerian Sekretariat Negara, Sabtu (30/5).
Dewan Bisnis Indonesia-Prancis juga menargetkan peningkatan total perdagangan kedua negara hingga tiga kali lipat pada 2035. Dengan dukungan pemerintah Indonesia dan Prancis, Kadin Indonesia dan MEDEF International diharapkan dapat memperkuat kerja sama ekonomi bilateral serta membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor strategis.
- Penulis: Nabil Zitter

Saat ini belum ada komentar