Cukur Laos 5-0, Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF 2026
- account_circle Bagus Santoso
- calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogorhitz.com, Bogor — Skuad Garuda Pertiwi kembali terbang tinggi menguasai langit Asia Tenggara. Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF 2026 setelah sukses melibas Laos tanpa ampun dengan skor telak 5-0 pada laga puncak pamungkas yang digelar digelar di Kuala Lumpur Football Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (22/7) malam.
Kemenangan fantastis ini sekaligus memastikan gelar kampiun beruntun (back-to-back) bagi tim Merah-Putih yang sebelumnya juga meraih gelar pada edisi 2024 setelah mengalahkan Kamboja 3-1 di partai final.”
Sejak peluit pembuka dibunyikan, anak asuh Satoru Mochizuki langsung mengambil inisiatif serangan dan mengurung sepertiga pertahanan lawan. Kendati barisan belakang sempat dikejutkan oleh kesalahan fatal kiper Laila Masykuroh di menit-menit awal laga, momentum tersebut gagal dimaksimalkan Laos. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-33. Memanfaatkan skema tendangan sudut yang gagal disapu bersih lini pertahanan lawan, Sydney Hopper sukses menceploskan bola. Gol pembuka ini otomatis mendongkrak moral dan kepercayaan diri armada Garuda Pertiwi.
Pesta Gol Garuda Pertiwi di Final AFF Women’s Cup
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan mutlak menjadi arena bermain skuad Merah-Putih. Baru tiga menit babak kedua berjalan (48′), Isabelle Nottet sukses menggandakan keunggulan, membuat ritme permainan Indonesia semakin cair dan nyaman.
Gelombang serangan yang masif membuat pertahanan Laos kocar-kacir. Memasuki menit ke-55, giliran striker Estella Loupatty yang mencatatkan namanya di papan skor, sekaligus menebarkan ancaman nyata ketajaman lini depan Indonesia. Tidak berhenti sampai di situ, Felicia de Zeeuw turut menyumbang pundi-pundi gol berkat pergerakan kreatifnya di menit ke-67.
Gempuran mematikan ini kemudian ditutup secara elegan lewat sontekan Emily Nahon jelang menit-menit krusial (83′). Papan skor menunjukkan angka 5-0, bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Borong Penghargaan Individu dan Amankan Tiket ke ASEAN Women’s Championship 2027
Malam puncak di Kuala Lumpur terasa makin paripurna lewat deretan penghargaan individu yang disapu bersih penggawa Tanah Air. Sang kapten, Sheva Imut, resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik sepanjang turnamen. Ketenangannya mengawal lini vital menjadi kunci stabilitas timnas.
Saat ditemui awak media usai seremoni pengalungan medali, Sheva meluapkan perasaannya yang campur aduk. Berhasil mempertahankan mahkota juara memicu rasa haru, bangga, sekaligus lega yang tak terbendung dari seluruh skuad. Begitu pula dengan Laila Masykuroh. Berhasil menebus kesalahan kecilnya di awal laga, ia justru dinobatkan sebagai Kiper Terbaik turnamen.
Secara regulasi, ajang tingkat kedua di kancah sepak bola putri Asia Tenggara ini menjadi gerbang kualifikasi krusial. Dengan raihan trofi di tangan, Indonesia mengamankan tiket emas untuk melaju otomatis ke turnamen kasta utama: ASEAN Women’s Championship 2027. Mereka akan promosi bersama Laos (runner-up) dan Singapura (peringkat ketiga) guna menantang raksasa regional yang telah lolos lebih dulu seperti Thailand, Vietnam, Myanmar, Filipina, serta Australia.
Apresiasi PSSI dan Fokus Satoru Mochizuki Menatap Masa Depan
Pencapaian gemilang ini langsung mendapat sorotan positif dari pucuk pimpinan federasi. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memandang kemenangan telak di partai final ini sebagai barometer sahih dari membaiknya sistem pembinaan sepak bola putri di Indonesia. Fondasi tim dinilai sudah semakin solid. PSSI pun berkomitmen untuk mempertebal ekosistem ini lewat perbaikan mutu pelatih, pemain, hingga memperbanyak jam terbang di ajang internasional.
Di sisi lain, Satoru Mochizuki selaku arsitek lapangan menolak larut dalam euforia panjang. Pada sesi jumpa pers, Kamis (23/7), pelatih berpaspor Jepang itu memberikan kredit penuh kepada kerja keras spartan para pemain serta jajaran ofisial. Namun, ia memberi sinyal peringatan bahwa kompetisi pada ASEAN Women’s Championship 2027 akan jauh lebih berat karena Indonesia akan menghadapi tim-tim terbaik Asia Tenggara.
Pencapaian Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF 2026 ini adalah batu loncatan, bukan garis finis. Menghadapi turnamen utama tahun depan, skuad Garuda Pertiwi dituntut tampil jauh lebih trengginas demi menghapus rekor kelam gagal melangkah jauh pada edisi sebelumnya. Satu hal yang pasti: kebangkitan era baru sepak bola putri Indonesia kini bukan lagi wacana, melainkan fakta di atas lapangan.
- Penulis: Bagus Santoso

Saat ini belum ada komentar