Enchanting Palay Bogor, Destinasi Wisata Keluarga Baru yang Padukan Alam, Edukasi, dan Hiburan di Kawasan Puncak
- account_circle Siti Latifah
- calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogorhitz.com, Bogor – Kawasan Puncak kini memiliki destinasi wisata keluarga baru yang menawarkan pengalaman berbeda. Enchanting Palay Bogor, hasil pengembangan Taman Safari Indonesia (TSI) Group, resmi hadir pada awal 2025 dengan konsep retail, dining, dan experience.
Berlokasi di Jalan Raya Puncak KM 77, Cilember, Cisarua, Kabupaten Bogor, tempat ini menghadirkan perpaduan wisata alam, edukasi satwa, kuliner, hingga pertunjukan teater dalam satu kawasan.
Sebelum bertransformasi menjadi Enchanting Palay Bogor, kawasan ini dikenal sebagai Taman Wisata Matahari, yang didirikan oleh Hary Darmawan, pendiri Matahari Department Store, pada 2007.
Kini, melalui pengembangan TSI Group, kawasan seluas sekitar 22 hektare tersebut disulap menjadi destinasi wisata modern yang tetap mempertahankan nuansa alam khas Puncak.
Mengusung konsep yang memadukan rekreasi, edukasi, dan hiburan, Enchanting Palay Bogor menawarkan berbagai aktivitas yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.
Pengunjung dapat berjalan santai menikmati panorama alam, mencicipi aneka kuliner, hingga menyaksikan pertunjukan yang mengangkat pesan konservasi satwa.
Salah satu daya tarik utama adalah Treetop Trail, jembatan gantung yang menyuguhkan panorama Gunung Gede Pangrango saat cuaca cerah. Di area ini, pengunjung juga dapat menikmati air terjun buatan serta menikmati pemandangan alam dari berbagai sudut.
Bagi pencinta suasana terbuka, tersedia Central Park dan kawasan Hutan Pinus yang dilengkapi danau, area piknik, serta ruang hijau yang nyaman untuk bersantai bersama keluarga maupun teman.
Tempat ini menjadi pilihan menarik bagi pengunjung yang ingin menikmati udara sejuk khas kawasan Puncak.
Enchanting Palay juga menghadirkan pengalaman edukasi melalui EduShow, di mana pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan satwa jinak seperti kelinci, burung unta, kuda poni, hingga binturong dengan pendampingan pemandu.
Kegiatan ini bertujuan mengenalkan pentingnya konservasi satwa kepada anak-anak maupun orang dewasa.
Selain itu, tersedia Angklung Show yang mengajak pengunjung memainkan alat musik tradisional bersama sambil menyanyikan lagu daerah hingga lagu internasional. Pertunjukan ini menjadi salah satu cara memperkenalkan budaya Indonesia dalam suasana yang interaktif.
Bagi pecinta seni pertunjukan, Teater Musikal Lila menjadi atraksi yang sayang untuk dilewatkan. Pertunjukan berdurasi sekitar 30 menit ini mengangkat tema persahabatan dan konservasi alam, dengan kualitas produksi yang melibatkan tim kreatif dari Indonesia, Australia, dan Jerman.
Sementara itu, pengunjung yang ingin mencoba wahana dapat menikmati Superwheels, kendaraan mini berkapasitas dua orang yang melintasi jalur sepanjang sekitar 1,5 kilometer di tengah panorama alam.
Wahana ini menjadi pilihan favorit bagi keluarga maupun remaja yang ingin menikmati pengalaman berkeliling kawasan dengan cara yang berbeda.
Tak hanya itu, tersedia pula Nextplay Playground, area bermain bertema satwa yang dapat dinikmati anak-anak hingga orang dewasa, serta Palay Carnival yang menghadirkan beragam permainan keluarga.
Setelah beraktivitas, pengunjung dapat bersantai di sejumlah restoran, salah satunya Amata Restaurant yang berada di tepi sungai dengan suasana yang asri.
Dengan kapasitas hingga 10.000 pengunjung, Enchanting Palay Bogor diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.
Kehadirannya tidak hanya memperkaya pilihan rekreasi di kawasan Puncak, tetapi juga mendukung pertumbuhan sektor pariwisata daerah dengan menghadirkan konsep wisata modern yang memadukan alam, edukasi, budaya, dan hiburan dalam satu kawasan.
Melalui berbagai fasilitas dan atraksi yang ditawarkan, Enchanting Palay Bogor menjadi alternatif menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan bersama keluarga maupun teman tanpa harus kehilangan nuansa alami yang menjadi ciri khas kawasan Puncak.
- Penulis: Siti Latifah

Saat ini belum ada komentar